MEMBERIKAN hukuman ke murid di sekolah karena berbuat kesalahan memang awam dilakukan. Tapi apesnya, murid SMA kelas XI di Mojokerto, Jawa Timur malah jadi lumpuh setelah dipaksa squat jump.
Kabar viral ini terdengar semakin meluas di media sosial. Korban diketahui bernama Mas Hanum Dwi Aprilia, dia mendadak lumpuh pasca-melakukan squat jump. Kejadian tersebut terjadi karena gadis yang juga sebagai santri itu terlambat datang ikut ekstrakulikuler di sekolahnya.
Dia dihukum oleh kakak kelasnya saat melakukan squat jam 100 kali. Nah di tengah menjalani hukuman itu, Hanum tak kuasa menahan lelah. Wajahnya pucat dan tubuhnya berkeringat.

Jika ditelusuri lebih lanjut, secara awam squat jump memang seharusnya tidak boleh dilakukan sembarangan. Apalagi kalau orang tersebut jarang olahraga, terlebih latihan suat jump.
Alih-alih bisa menguatkan ototnya, sayangnya malah kejadian lain yang bisa muncul. Jika squat jump dilakukan dengan metode sembarangan, dampaknya memicu cedera.
Spesialis Kedokteran Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dr Nani Cahyani SpKO menjelaskan, secara umum gerakan squat jump diketahui sebagai gerakan yang punya beban tinggi terhadap struktur yang menopangnya, baik pergelangan kaki, lutut, panggul, maupun punggung.
“Karena bebannya berat, sebaiknya ini sedapat mungkin dihindari,” ujar dr Nani, saat dihubungi Okezone, Jumat (20/7/2018).

Dia menambahkan, dari sudut biomekanika (penerapan fisika dalam gerakan), melompat dan mendarat dari posisi jongkok pasti akan membutuhkan daya penopang yang besar di sendi tersebut. Sehingga dapat mengakibatkan masalah apabila beban berat tidak mampu ditopang.
Otot-otot juga tidak jadi lentur alias bisa kram. Di samping itu, ada bahaya lain dari squat jump tersebut ketika Anda salah mempraktikkan tekniknya.
“Squat jump itu sendiri membuat orang harus jongkok sambil melompat. Bagian tumit dan lutut bekerja keras. Ini dapat menyebabkan sistem pendukung tubuh Anda menjadi lemah, karena bebannya berat,” imbuh dia.