Gelombang tinggi di perairan Bali masih terjadi. Termasuk di kawasan wisata Water Blow, Pulau Peninsula, Nusa Dua, Badung, Bali. Bahkan tingginya gelombang di kawasan tersebut mencapai 6 meter. Bangunan wantilan di depan kawasan Water Blow ikut rusak akibat hempasan gelombang.
"Gelombang 6 meter itu berbenturan di karang itu jadi sekitar 20 meter. Itu mengapa hempasan air sampai ke tengah," ujar Managing Director ITDC Nusa Dua, Wayan Karioka di kantornya, Rabu (25/7).
Untuk alasan keamanan, pihak ITDC menutup akses masuk area Water Blow. Mereka menarik mundur titik untuk memantau Water Blow dan dibatasi dengan police line. Hal tersebut guna menghindari hal-hal berbahaya bagi para wisatawan.
Berdasarkan pantauan kumparan di lokasi, hempasan air laut tersebut terasa di area Patung Arjuna Krisna di kawasan peninsula tersebut.
"Maka dari itu kami tarik mundur, di belakang patung itu. Kami sudah tambah sekuriti. Kami harap wisatawan tetap berada di belakang police line. Dari depan sudah kami ingatkan juga bahwa gelombang sedang tinggi," tambahnya.
Ia menyampaikan ini baru kali pertama gelombang laut mencapai ketinggian tersebut dan terhempas hingga ke area tengah. Ia mengimbau kepada para wisatawan untuk jangan memaksa masuk ke area yang telah diberi garis polisi.
"Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Ini baru pertama ombak sebesar itu, indah tapi bahaya. Tapi bagi wisatawan jangan coba untuk menerobos karena berbahaya untuk mereka," tutur Karioka.
Tak hanya di ITDC Nusa Dua, gelombang besar juga terjadi di berbagai titk pantai di Bali, termasuk pantai di kawasan wisata. Secara terpisah, Koordinator Balawista Kabupaten Badung, I Ketut Ipel menyampaikan, telah menutup pantai untuk aktivitas di laut 
"Iya, untuk hari ini pantai di kawasan Badung, kami tutup untuk aktivitas berenang atau mandi di laut karena ombak dan arus sangat besar sekali. pantauan kami dari kemarin," kata Ipel.